AYAH
Oleh Nurhaya Aditya Pratama XI IPA 5
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang bekerja di perantauan, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya... akan sering merasa kangen dengan mamanya J Lalu bagaimana dengan papa ? mungkin karena mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan setaip hari tapi tahukah kamu, jika ternyata papa-lah yang mengingatkan mama untuk meneleponmu. Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang papa bekerja dan dengan wajah lelah papa selalu menanyakan pada mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian(?)
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda, dan setelah papa menganggapmu bisa papa akan melepaskan roda bantu disepedamu kemudian mama berkata “jangan dulu papa, jangan dilepas roda bantunya”. Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu, bahwa papa yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, mama menatapmu iba, tetapi papa akan mengatakan dengan tegas “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”. Tahukah kamu, papa melakukan itu karena papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi. Saat kamu flu, papa yang terlalu khawatir sampai terkadang sedikit membentak dengan berkata “Sudah dibilang! Kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan mama yang memperhatikan dan menasehatimu dengan lembut, ketahuilah saat itu papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai menuntut pada papa untuk dapat izin keluar malam, dan papa bersikap tegas dan berkata “Tidak Boleh”. Tahukah kamu, bahwa papa melakukan itu untuk menjagamu karena bagi papa kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu dan yang datang mengetuk pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.
Ketika saat cowok mulai sering meneleponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, papa akan memasang wajah paling cool sedunia, papa sesekali menguping/ mengintip saat kamu sedang mengobrol diruang tamu depan , sadarkah kamu kalau hati papa merasa cemburu. Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya, maka yang dilakukan papa adalah duduk diruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati papa akan mengeras dan papa memarahimu, sadarkah kamu bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti papa akan segera datang ! “bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan papa”. setelah lulus SMA papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau insinyur. Ketahuilah, seluruh paksaan yang dilakukan papa itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti . Tapi toh papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan papa.
Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah di kota lain, papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu, bahwa badan papa terasa kaku untuk memelukmu(?) papa hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati, padahal papa ingin sekali menangis seperti mama dan memelukmu erat-erat. Yang papa lakukan hanya menghapus sedikit airmata disudut matanya dan menepuk pundakmu dan berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT, kuat untuk pergi menjadi dewasa. Disaat kau butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu orang pertama yang mengerutkan kening adalah papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan, kata-kata yang keluar dari mulut papa adalah “ Tidak..Tidak bisa!”. Padahal dalam batin papa, ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti papa belikan untukmu”. Tahukah kamu, pada saat itu papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum.
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana, papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu, papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “Putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa dan telah menjadi seorang sarjana”. Sampai saat seorang teman lelakimu datang kerumah dan meminta izin pada papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin, karena papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti dan akhirnya saat papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya , papa pun tersenyum bahagia J apakah kamu mengetahui, dihari yang bahagia itu papa pergi ke belakang panggung sebentar dan menangis. Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian papa berdoa dalam lirih doanya kepada Tuhan, papa berkata “ya Allah tugasku telah selesai dengan baik, putri kecilku yg lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik bahagiakanlah ia bersama suaminya..”.
Setelah itu papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah beruban dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, papa telah menyelesaikan tugasnya.
Papa, Ayah adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal J

0 komentar:
Posting Komentar